PERBEDAAN ANTARA EKSTRAK ETANOL JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var.Amarum), JAHE GAJAH (Zingiber officinale var.Officinarum), JAHE MERAH (Zingiber officinale var.Rubrum) DALAM MENGHAMBAT BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS
Table of Contents
PDF

Kata Kunci

Ekstrak jahe
Konsentrasi hambat minimum (KHM)
Konsentrasi bunuh minimun (kbm)
Streptococcus Mutans

Cara Mengutip

Dianawati, N., & Zulfira, M. R. . (2023). PERBEDAAN ANTARA EKSTRAK ETANOL JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var.Amarum), JAHE GAJAH (Zingiber officinale var.Officinarum), JAHE MERAH (Zingiber officinale var.Rubrum) DALAM MENGHAMBAT BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS. Bhakta Dental Journal, 1(1), 13–18. Diambil dari https://bdj.iik.ac.id/index.php/bdj/article/view/12

Abstrak

Karies gigi merupakan penyakit yang ditandai dengan kerusakan jaringan keras gigi. Streptococcus mutans adalah bakteri penyebab karies. Kontrol plak dilakukan secara mekanis dan kimiawi. Oleh karena itu diperlukan alternatif bahan alami seperti jahe emprit, jahe gajah, jahe merah yang memiliki kandungan antibakteri. Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan daya hambat pertumbuhan bakteri S.mutans antara ekstrak jahe emprit, jahe gajah,jahe merah. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratoris dengan desain penelitian Post-test Only Control Group. Metode antibakteri yang digunakan adalah metode dilusi. Kelompok perlakuan terdiri dari ekstrak jahe emprit, jahe gajah, jahe merah konsentrasi 5%,10%,15%, 90%. Hasil penelitian ini adalah Ekstrak jahe emprit memiliki KHM pada konsentrasi 10% dan KBM konsentrasi 15%. KHM ekstrak jahe gajah konsentrasi 15% dan KBM pada konsentrasi 90%. Ekstrak jahe merah memiliki KHM pada konsentrasi 5% dan Konsentrasi Bunuh Minimum KBM pada konsentrasi 10%. Kesimpulannya terdapat perbedaan antara ekstrak jahe emprit, jahe gajah, dan jahe merah dalam menghambat dan membunuh bakteri Streptococcus mutans.

PDF
Creative Commons License

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Hak Cipta (c) 2023 Bhakta Dental Journal