Bhakta Dental Journal https://bdj.iik.ac.id/index.php/bdj <p>Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Gigi, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri dengan Nomor ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230622241990145" target="_blank" rel="noopener">2988005X</a>. Jurnal memliki fokus pada bidang ilmu kedokteran gigi, ilmu kedokteran gigi klinik, dan ilmu keteknisian gigi. Jurnal akan diterbitkan 2 kali dalam setahun (<strong>Juni</strong> dan <strong>Desember</strong>). Jurnal berisi naskah hasil penelitian, laporan kasus, dan tinjauan pustaka yang bermanfaat untuk menunjang kemajuan pendidikan kedokteran gigi dan keteknisian gigi.</p> id-ID catur.septommy@iik.ac.id (Catur Septommy) prima.agusti.lukis@iik.ac.id (Prima Agusti Lukis, M.Si) Wed, 31 Dec 2025 18:59:46 +0700 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pengaruh Ekstrak Gel Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L.) terhadap Re-Epitelisasi Luka pada Proses Penyembuhan Luka Post Ekstraksi Gigi Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) https://bdj.iik.ac.id/index.php/bdj/article/view/54 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Pencabutan gigi menyebabkan trauma jaringan yang memicu proses penyembuhan luka, salah satunya melalui fase proliferasi berupa re-epitelisasi. Daun kemangi (<em>Ocimum sanctum</em> L.) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka melalui aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak daun kemangi 1,5% terhadap re-epitelisasi luka pasca pencabutan gigi pada tikus Wistar (<em>Rattus norvegicus</em>). <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris secara <em>in vivo</em> dengan rancangan <em>posttest only control group design</em>. Sampel penelitian terdiri atas 32 ekor tikus Wistar (<em>Rattus norvegicus</em>) yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang diberikan gel ekstrak daun kemangi (<em>Ocimum sanctum</em> L.) dengan konsentrasi 1,5%. <strong>Hasil:</strong> Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,378 (p &gt; 0,05), yang menandakan tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik terhadap peningkatan re-epitelisasi luka antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. <strong>Kesimpulan:</strong> Pemberian gel ekstrak daun kemangi 1,5% tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan re-epitelisasi luka pasca pencabutan gigi pada tikus Wistar.</p> Sebastiani Alichia Gedu, Yolanda Asmarani Hak Cipta (c) 2025 Bhakta Dental Journal https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://bdj.iik.ac.id/index.php/bdj/article/view/54 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0700 Pengaruh Effervescent Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia Mangostana L.) sebagai Denture Cleanser terhadap Kekuatan Transversal Termoplastik Nilon https://bdj.iik.ac.id/index.php/bdj/article/view/65 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Termoplastik nilon merupakan basis gigi tiruan fleksibel. Kekuatan basis gigi tiruan diukur dengan uji kekuatan transversal (transverse strength). <em>Denture Cleanser </em>alami dapat terbuat dari esktrak kulit manggis. Ekstrak kulit manggis memiliki sifat sebagai antibakteri dan antifungi sehingga dapat digunakan sebagai media pembersih plat gigi termoplastik nilon. Penelitian bertujuan Untuk mengetahui pengaruh perendaman <em>effervescent </em>ekstrak kulit manggis (<em>Garcinia mangostana L</em>.) dengan konsentrasi 30% dan 60% sebagai <em>Denture Cleanser </em>terhadap kekuatan tranversal termoplastik nilon. <strong>Metode</strong>: Penelitian true experimental laboratoris dengan rancangan post test only control group design. Sampel termoplastik nilon berjumlah 24 buah dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol (-), kontrol (+), perlakuan 1 (e<em>ffervescent </em>ekstrak manggis 30%), dan perlakuan 2 (e<em>ffervescent </em>ekstrak manggis 60%). <strong>Hasi</strong>l: Uji Shapiro-Wilk menunjukkan hasil tidak berdistribusi normal karena nilai sig kelompok kontrol (-), kontrol (+), dan ekstrak manggis 60% memiliki nilai p &lt;0,05. Pada uji homogenitas antar kelompok homogen. Kemudian dilanjutkan uji statistik non parametrik menggunakan uji Kruskal Wallis menunjukkan nilai p &lt;0,05. <strong>Kesimpulan</strong>: Terdapat pengaruh pemberian <em>effervescent </em>esktrak kulit manggis (<em>Garcinia mangostana L</em>.) sebagai <em>Denture Cleanser </em>terhadap kekuatan transversal termoplastik nilon.</p> Rudy S, Nafilah Novianti Arifin, Nino Mayangsari, Catur Septommy, Mara Gustina Gustina, Herautami Caesar Yulia Setiawati Hak Cipta (c) 2025 bhakta dental journal https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://bdj.iik.ac.id/index.php/bdj/article/view/65 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0700 Gingivektomi Sebagai Perawatan Enlargement Gingiva : Laporan Kasus https://bdj.iik.ac.id/index.php/bdj/article/view/66 <p><strong>Latar Belakang:</strong> <em>Enlargement gingiva </em>atau pembesaran gingiva merupakan suatu keadaan patologis yang ditandai dengan pertumbuhan ukuran gingiva yang berlebihan. Laporan kasus ini bertujuan: menjabarkan kasus <em>enlargement gingiva </em>yang dirawat dengan prosedur gingivektomi. <strong>Kasus: </strong>Seorang wanita berusia 67 tahun datang ke RSGM Soelastri dengan keluhan gusinya membesar. Keluhan tersebut sudah dirasakan sejak 1 bulan lalu. Pasien mengeluhkan bahwa gusi kanan atasnya membesar dan sering berdarah. Pemeriksaan intraoral ditemukan pembesaran <em>gingiva </em>pada regio 12. Rencana perawatan yang akan dilakukan yaitu <em>scaling </em>dan <em>root planing </em>lalu dilanjutkan perawatan gingivektomi. <strong>Penatalaksanaan: </strong>Pembesaran gingiva pada pasien ini diobati dengan terapi periodontal fase 1, diikuti oleh gingivektomi. Peningkatan visibilitas dan aksesibilitas setelah gingivektomi mampu menghilangkan deposit superfisial dan menghaluskan akar secara menyeluruh serta menciptakan lingkungan yang baik untuk penyembuhan dan pemulihan kontur fisiologis gingiva. <strong>Kesimpulan: </strong>Gingivektomi merupakan tindakan untuk menghilangkan <em>gingival enlargement </em>dan diperlukan <em>supportive periodontal therapy </em>secara berkala untuk melihat apakah terdapat rekurensi dikemudian hari.</p> Edi Karyadi, Aisha Farrachan Widodo Hak Cipta (c) 2025 Bhakta Dental Journal https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://bdj.iik.ac.id/index.php/bdj/article/view/66 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0700 Penatalaksanaan Recurrent Aphtous Stomatitis Minor pada Pasien Anemia : Laporan Kasus https://bdj.iik.ac.id/index.php/bdj/article/view/71 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Stomatitis Aphthous Rekuren (SAR) merupakan kondisi inflamasi pada mukosa oral yang sering dijumpai dan menimbulkan nyeri sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain faktor lokal, SAR dapat berasosiasi dengan kondisi sistemik tertentu, termasuk anemia defisiensi besi, terutama pada perempuan usia muda. <strong>Kasus: </strong>Seorang pasien perempuan berusia 19 tahun datang dengan keluhan sariawan berulang sejak masa remaja. Pemeriksaan intraoral menunjukkan adanya ulkus dangkal yang sesuai dengan gambaran SAR minor. Pemeriksaan darah lengkap menunjukkan anemia mikrositik dengan kadar hemoglobin di bawah nilai normal. <strong>Penatalaksanaan: </strong>Pasien diberikan terapi kortikosteroid topikal berupa triamcinolone acetonide untuk mengurangi inflamasi lokal, disertai dengan pemberian suplemen zat besi sebagai bagian dari penatalaksanaan kondisi sistemik yang mendasari. Evaluasi klinis setelah tujuh hari menunjukkan perbaikan lesi secara signifikan<strong>. </strong><strong>Kesimpulan: </strong>Laporan kasus ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan kondisi sistemik yang mendasari, khususnya anemia defisiensi besi, pada pasien perempuan usia muda dengan keluhan SAR berulang. Penatalaksanaan yang mencakup terapi lokal dan koreksi kondisi sistemik dapat memberikan hasil klinis yang optimal.</p> Larissa Pratama Maheswari, SE Yuletnawati Hak Cipta (c) 2025 Bhakta Dental Journal https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://bdj.iik.ac.id/index.php/bdj/article/view/71 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0700 Intervensi Kesehatan Mental terhadap Respon Biologis Oral https://bdj.iik.ac.id/index.php/bdj/article/view/61 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Kesehatan mental merupakan komponen integral dalam menjaga homeostasis tubuh, termasuk fungsi dan struktur jaringan di rongga mulut. Gangguan seperti stres dan depresi dapat memicu perubahan biologis melalui aktivasi sistem saraf otonom, pelepasan hormon stres seperti kortisol, serta penurunan imunitas. Kajian ini untuk menganalisis hubungan antara gangguan kesehatan mental terhadap respons biologis oral berdasarkan bukti ilmiah terkini. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> kajian literatur terhadap artikel ilmiah terbitan 2020–2025 yang diperoleh dari basis data <em>PubMed</em>, <em>ScienceDirect,</em> dan <em>Google Scholar</em>, dengan fokus pada manifestasi oral seperti bruxism, xerostomia, dan periodontitis. <strong>Hasil:</strong> menunjukkan bahwa kondisi psikologis negatif berkorelasi terhadap peningkatan inflamasi jaringan periodontal, gangguan sekresi saliva, dan disregulasi imun oral. <strong>Kesimpulan: </strong>Temuan ini menegaskan adanya keterkaitan fisiologis antara kesehatan mental terhadap fungsi biologis rongga mulut yang perlu dipahami dalam kerangka interdisipliner.</p> Khodijah Khodijah, Niswatun Chasanah, Nasywa Nabilah Hak Cipta (c) 2025 Bhakta Dental Journal https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://bdj.iik.ac.id/index.php/bdj/article/view/61 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0700