Abstrak
Latar Belakang: Angka kejadian karies gigi masih tinggi di hampir seluruh populasi di Indonesia. Diperlukan upaya peningkatan status kesehatan gigi dan mulut terus-menerus dan berkelanjutan, salah satunya dengan edukasi melalui media sosial. Penulis ingin mengetahui pengaruh media sosial terhadap perilaku mahasiswa dalam merawat kesehatan rongga mulut. Metode: Penelitian kuantitatif ini melibatkan 23 FKG UMSurabaya berdasarkan metode Non-Probability Sampling dengan jenis Purposive Sampling dengan jenis studi deskriptif observasional dan desain cross sectional. Pengumpulan data melalui survei menggunakan kuesioner. Hasil: Responden menggunakan kombinasi beberapa media sosial (95,65%) untuk mencari informasi tentang kesehatan gigi dan mulut. TikTok menjadi platform yang paling banyak digunakan (47,83%). Sebanyak 56,52% responden menggunakan platform layanan kesehatan Halodoc untuk mengakses informasi, konsultasi, pembelian obat atau membuat janji dokter. Kesimpulan: mahasiswa sudah memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi informasi sebelum nantinya disebarluaskan secara langsung maupun melalui media sosial yang dapat berpotensi untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat secara luas.

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2025 Bhakta Dental Journal
